7 Ujian Nasional SMU di Penjuru Dunia. Indonesia Mungkin Bisa Berkaca dari Mereka

7 Ujian Nasional SMU di Penjuru Dunia. Indonesia Mungkin Bisa Berkaca dari Mereka

Hai, guys! Bagaimana Ujian Nasionalnya kemaren, lancar? Ya, laksana yang sudah kita ketahui Indonesia belum lama ini melaksanakan pengejangan otak lewat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara serentak, mulai dari tingkat SD sampai SMA. Banyak dari mereka, murid SMA, yang mengeluhkan alangkah sulitnya soal ujian terutama matematika. Banyak di antaranya meluapkan kekesalan itu di beragam media sosial. Dilansir dari Viva, ada selama 8,1 juta peserta didik yang mengekor UNBK di tahun 2018 ini. Angka ini bertambah 116 persen dari tahun sebelumnya yang melulu mencapai 3,7 juta peserta didik. Hm, tidak sedikit juga, ya?

7 Ujian Nasional SMU di Penjuru Dunia. Indonesia Mungkin Bisa Berkaca dari Mereka
7 Ujian Nasional SMU di Penjuru Dunia. Indonesia Mungkin Bisa Berkaca dari Mereka

Tapi, kalian penasaran nggakk sih dengan ujian nasional di negara lain? Apakah sistemnya sama dengan di negara kita? Dan, apakah ujian nasional paling efektif untuk pembetukkan kualitas anak didik di Indonesia? Atas dasar ke-kepo-an yang tinggi, kesebelasan kece Hipwee News & Feature sudah mencakup segala jawaban dari pertanyaan-pertanyaanitu dikutip dari America CTGN. Yuk, anda intip aja ulasannya!

1. Dunia edukasi di Jepang tidak mengenal peluang kedua, ini yang diterapkan National Center Test

Menurut Judi Online National Center Test atau “Senta Shiken” adalah suatu tes kelulusan untuk siswa SMA ruang belajar 3 yang hendak masuk ke perguruan tinggi di Jepang. Enaknya dari tes ini, anda tidak butuh mengikuti Senta Shiken bila tidak hendak melanjutkan ke perguruan tinggi. Sadisnya, tes ini melulu memberikan satu kali kesempatan bagi peserta tes dalam setahun. Jadi, pesiapan untuk mengekor tes ini mesti benar-benar matang, ya guys.

2. Ujian Nasional di Korea biasa dikenal dengan istilah “Suneung”. Bahkan peserta tes yang datang terlambat akan dijaga polisi guna sampai ke sekolah

Sistem ujian Suneung hampir serupa dengan SNMPTN di Indonesia. Uniknya, ketika Suneungberlangsung seluruh pihak ikut memberi support, laksana frekuensi kereta bawah tanah bakal beroperasi lebih mula dari hari biasanya. Dan, untuk peserta tes yang datang terlambat tidak butuh khawatir sebab pihak polisi juga turun tangan guna mengantarnya hingga ke sekolah. Hm, bila gini sih tentu semangat ikut ujian nasional.

3. Kontradiktif dari negara Jepang dengan Senta Shiken-nya, Amerika Serikat malah memberi 6 kali kesempatan supaya dapat masuk perguruan tinggi

ACT atau American College Testing adalahtes ujian masuk perguruan tinggi di Amerika Serikat. Selai ACT pun ada SAT atau Scholastic Aptitude Test yang menguji prestasi lewat penilaian keterampilan belajar siswa. Dari kedua tes ini, banyak sekali dari calon mahasiswa memakai ACT untuk dapat masuk perguruan tinggi cocok keinginan. Enaknya nih guys, kamu dapat mengulang tes ini sejumlah enam kali guna mendapat skor tertinggi.

4. Agar bisa masuk ke perguruan tinggi murid di Perancis bakal diberi dua opsi jenis lembaga pendidikan: Universitas atau Lembaga Kompetitif

Untuk dapat lanjut ke perguruan tinggi, Perancis menawarkan suatu program bernama Baccalaureate. Program ini menyerahkan sebuah topik untuk peserta tes dan diminta untuk menuntaskan essay atau sejenis makalah sejumlah 4.000 kata. Agar dapat menuntaskan soal ini mesti dilaksanakan riset ilmiah terlebih dahulu. Selain tersebut ada Theory of Knowledge (TOK) di mana peserta tes akan mengucapkan argumen cocok bidang yang sudah dipelajarinya.

5. Tidak lain jauh dengan Jepang, di China ada Gaokao yang dinilai kejam oleh sekian banyak kalangan di dunia

Gaokao terkenal sebab kekejaman sistem ujian pelaksanaannya. Bayangkan saja untuk dapat lulus Gaokao, peserta tes mesti mengekor ujian sekitar sembilan jam sekitar dua hari berturut-turut. Bukan melulu tipe soal opsi ganda saja, Gaokao pun ada soal esai dengan jawaban 800 karakter. Pantas saja, terdapat istilah belajarlah hingga ke negeri China. Gimana, anda tertari sekolah di China?

6. Kamu tidak akan mendatangi ujian nasional di Finlandia. Meskipun murid akan dinilai dari segala aspek akademik maupun non akademik

Finlandia dinobatkan sebagai negara dengan sistem edukasi terbaik dunia. Di negara ini tidak ada yang namanya ujian nasional sebagai kriteria kelulusan siswa. Yang ada melulu penilaian yang dilaksanakan oleh guru bersangkutan, baik tersebut dari segi attitude maupun laporan ilmiah yang yang memang telah menjadi tugas utama. Tidak heran andai profesi guru di negara ini paling dihormati dan diagungkan.

7. Di samping Finlandia, ujian nasional tidak berlaku di negara India, Brazil, dan Inggris

Di ketiga negara ini, India, Brazil, dan Inggris tidak akan didatangi ujian nasional di akhir masa pendidikan. Ujian masuk perguruan dari ketiga negara ini melulu melihat pada kriteria nilai akademik sehari-hari. Ketiga negara ini ini mengangap bahwa prestasi akademik sekolah ialah faktor utama dikomparasikan dengan nilai ujian atau kredensial lainnya.

Dari semua keterangan di atas masing-masing negara memiliki kepandaian masing-masing pada sistem pendidikannya. Ambil misal dari negara China, walau terkesan kejam yang mewajibkan pelajar mengekor ujian sekitar sembilan jam dalam dua hari, sisi baiknnya ialah bahwa untuk menjangkau sesuatu diperlukan perjuangan yang keras.

Mungkin Indonesia dapat mengadaptasi sistem edukasi dari sekian banyak negara maju. Yang terpenting dari pembahasan ini semua ialah nilai akademik tidak bakal memiliki makna jika tidak diimbangi dengan nilai budi pekerti, tanggung jawab, serta menjunjung tinggi suatu kejujuran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *